Merancang Portofolio Dana Darurat
Written by Desy Widjaja   
Thursday, 02 April 2009

Image Dalam ilmu personal finance, Emergency Fund atau dikenal dengan Dana Darurat adalah benteng pertama ketika kondisi keuangan sebuah keluarga goyah oleh berbagai macam sebab. Karena itu saat pembenahan kondisi keuangan keluarga dilakukan, pembentukan dana darurat adalah hal pertama yang harus dikerjakan.

Pentingnya memiliki dana darurat seperti “menyediakan payung sebelum hujan” (dibahas dalam artikel sebelumnya “Ayo Bangun Dana Darurat”). Jika sesuatu terjadi hingga menyebabkan arus pendapatan pencari nafkah terhenti maka dana darurat dapat dipakai menggantikan pendapatan sementara waktu. Dengan demikian kebutuhan keuangan/pengeluaran keluarga tetap terjaga hingga dapat mandiri kembali. Atau misalnya jika perkembangan investasi tidak sesuai yang diharapkan guna membayar uang pangkal sekolah anak, maka dana darurat bisa digunakan untuk menutupi kekurangannya.
 

Namun dana darurat hanyalah bersifat jangka pendek, keterbatasan jumlah uang membuatnya tidak bisa memenuhi seluruh pengeluaran keluarga selamanya. Asuransi kesehatan, jiwa dan pendidikan merupakan benteng proteksi kedua yang lebih bersifat jangka panjang.

Idealnya dana darurat harus dapat mengatasi kemungkinan terburuk yang terjadi dalam keuangan keluarga. Berdasarkan fungsinya, maka dana darurat haruslah memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Likuid dan mudah dikonversi menjadi kas maksimal dalam 30 hari kedepan.
2. Harus memiliki jumlah yang cukup untuk mengamankan kondisi keuangan keluarga. Hal ini dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga dan besarnya pengeluaran rutin.
3. Penempatannya sedapat mungkin bebas risiko (risk free), karena mempertahankan jumlah pokok dana darurat lebih penting dari pada hasil return yang juga memberi resiko.

Pertanyaan timbul jika dana darurat sudah terkumpul dan belum terpakai, dimanakah sebaiknya dana darurat itu disimpan ?Apakah seluruhnya hanya ditaruh dalam tabungan harian saja atau dapat dibuatkan portofolio yang didalamnya berisi instrumen investasi yang dapat memberikan return lebih tinggi?

Sekali lagi, penempatan dana darurat haruslah mengacu kepada ketiga hal diatas. Jenis instrumen yang memenuhi karakteristik dana darurat diantaranya adalah tabungan harian, deposito berjangka, reksa dana pasar uang, obligasi berjangka pendek, dan emas.

Membuat portofolio dana darurat boleh-boleh saja tergantung dari siklus hidup seseorang dan pola pendapatan. Bagi mereka yang lajang, bisa saja dibuat komposisi portofolio dana darurat yang terdiri atas tabungan harian dan deposito berjangka satu bulan yang total besarannya mencakup 4 kali pengeluaran rutin bulanan yang bersangkutan. Sedangkan untuk yang telah menikah dan memiliki dua orang anak atau lebih, kalangan pensiunan serta pekerja lepas, dana darurat yang dibangun harus mencapai 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

Persentase alokasi dalam portofolio dapat ditentukan sendiri berdasarkan tingkat kenyamanan masing-masing dan ’selera terhadap risiko’ (risk appetite). Namun idealnya, 1 bulan pengeluaran haruslah ditempatkan ke dalam tabungan untuk kebutuhan mendesak. Di bawah ini adalah tabel alokasi portofolio dana darurat:
 

Status
Multiplier Pengeluaran Rutin Bulanan
Komposisi Portofolio*
Lajang
4x
1x TH, 3x DB
Menikah tanpa anak
6x
1x TH, 3x DB, 2x PU
Menikah, 1 anak
9x
1x TH, 3x DB, 3x PU, 2x PT
Menikah, 2 anak atau lebih
12x
1x TH, 3x DB, 3x PU, 3x PT, 2x EM
Pensiunan
12x
1x TH, 3x DB, 3x PU, 3x PT, 2x EM
Pekerja lepas
12x
1x TH, 3x DB, 3x PU, 3x PT, 2x EM

 

*TH (tabungan berbunga harian), DB (deposito berjangka), PU (reksa dana pasar uang), PT (reksa dana pendapatan tetap), EM (emas) Sumber: Klub Keluarga Cerdas

Penting untuk diingat bahwa hanya mempunyai dana darurat tanpa asuransi yang memberi proteksi atas aset tidaklah ada artinya. Karena asuransi adalah proteksi yang dapat melindungi aset termasuk barang bergerak dan tidak bergerak. Bukan hanya itu, bahkan asset yang paling berharga yaitu hidup seluruh anggota keluarga dan kesehatannya harus diberi prioritas utama.

Janganlah lupa untuk tetap disiplin mengupayakan pencapaian target dana darurat masing-masing. Tidak menjadi masalah apakah akan dicapai dalam jangka waktu 1, 2, 3 tahun ke depan, tetapi yang lebih penting adalah kesadaran untuk memulai dan konsisten mengumpulkannya hingga tercapai.
(Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com).

 

Add comment

Security code
Refresh

Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713