Meminjam Uang Lewat KTA
Written by Desy Widjaja   
Wednesday, 14 January 2009

ImageDAPATKAN SEGERA PINJAMAN UANG TUNAI DENGAN BUNGA 2% PERBLN. KHUSUS UNTUK WILAYAH JABODETABEK !!! PINJAMAN UANG TUNAI 7 JUTA - 100 JUTA RUPIAH !!!

Jika membaca kalimat diatas, KC-ers pasti tahu bahwa itu adalah iklan Kredit Tanpa Agunan atau biasa disebut KTA. Umumnya orang tahu KTA adalah fasilitas pinjaman uang tunai yang biasanya disponsori oleh bank. Sesuai dengan namanya, pinjaman ini tidak memerlukan jaminan/agunan. Persyaratan dan prosesnyapun cepat dan mudah. Hanya mempunyai pendapatan kotor min. 3 juta serta melengkapi dokumen yang diperlukan sudah dapat mengajukan pinjaman uang hingga 100 juta rupiah !!
 

Tidaklah heran KTA menjadi cepat populer diantara orang-orang yang memerlukan dana untuk berbagai macam kebutuhan terutama yang bersifat mendesak. Sepintas, KTA menjadi jalan keluar yang ideal bagi si peminjam. Betapa tidak, selain mudah memperolehnya, bunga yang dibayar “hanya“ 2% per bulan. Si peminjam tinggal memilih berapa besar cicilan bulanan yang ia sanggup bayar dalam kurun waktu tertentu.

Benarkah KTA merupakan solusi terbaik terhadap kebutuhan dana seseorang? Apakah bunga sebesar 2% per bulan dapat dikatakan rendah? Lebih rendah dari bunga kartu kredit mungkin YA.. Tetapi mari kita lihat yang sebenarnya.

Biasanya di brosur KTA tercantum besarnya bunga dan simulasi angsuran, untuk mendapatkan gambaran berapa cicilan perbulan yang harus dibayar jika meminjam sekian juta rupiah dalam jangka waktu 12, 24 atau 36 bulan. Ada yang mencantumkan secara jelas suku bunga flat/bulan dan suku bungan efektif/bulan. Misalnya suku bunga flat 1.41%/bulan dan suku bunga efektif 2.50%/bulan.

Apa itu suku bunga flat dan apa itu suku bunga efektif ? Apa bedanya?

Bunga Flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok hutang awal. Dengan menggunakan sistem ini maka porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Jadi misalnya berhutang Rp 10 juta, maka besarnya bunga yang harus dibayar itu selalu dihitung berdasarkan angka 10 juta ini, walaupun jumlah hutang sudah berkurang karena sudah mencicil sebagian dari total 10 juta tersebut. Biasanya diterapkan dalam dalam Kredit barang-barang konsumtif dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Sedangkan bunga efektif adalah kebalikan dari bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan pokok hutang tersisa. Sehingga porsi bunga dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan berbeda, meski besaran angsuran per bulannya tetap sama. Dalam sistem bunga efektif ini, porsi bunga di masa-masa awal kredit akan sangat besar di dalam angsuran per bulannya, sehingga pokok hutang akan sangat sedikit berkurang. Sistem ini lazim dipakai dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sistem bunga efektif akan lebih berguna untuk pinjaman jangka panjang yang tidak buru-buru dilunasi di tengah jalan. Jika dibandingkan nominal bunga yang dibayarkan maka perhitungan bunga efektif jauh lebih kecil dari sistem bunga flat.

Secara sederhana, dapat dikatakan bunga flat adalah bunga ganda. Maksudnya adalah jika bunga flat besarnya 2% maka sebenarnya efektifnya sebesar 4%. Sebagai contoh, jika kita mengambil KTA berjangka waktu 1 tahun dengan bunga “cuma” 2%/bulan (24%/thn), bunga efektif yang harus kita bayar sebenarnya adalah sebesar kurang lebih 42%. Bayangkan betapa besarnya bunga jika di hitung pertahun ! Itu sebabnya dalam KTA yang selalu ditekankan oleh pihak kreditor adalah besarnya bunga per bulan bukan per tahun.

Lain halnya dengan bunga tabungan, bank-bank biasanya menekankan bunga per tahun karena melihat betapa kecilnya jika dikatakan per bulan. Misalnya bunga tabungan per tahun sebesar 6% maka perbulan hanya sebesar 0.50%. Sangat tidak menarik bukan?

Bisa KC-er bayangkan jika kita menabung hanya mendapat bunga sebesar 6% per tahun sementara jika kita meminjam uang harus membayar bunga sebesar 42% per tahun!

Jadi jika seseorang memutuskan untuk meminjam uang dari pihak kedua untuk suatu keperluan misalnya untuk menambah modal usaha/bisnis kecil-kecilan, haruslah dipertimbangkan baik-baik apakah keuntungan dari usaha tersebut dapat menutup bunga pinjaman KTA yang begitu besar ?

Dengan kata lain, berpikirlah seribu kali apabila ingin meminjam uang dari fasilitas KTA. Cobalah mendapatkannya dari sumber yang lain seperti pinjaman keluarga atau perusahaan tempat dimana KC-ers bekerja. Hampir pasti bunga yang dibayarkan tidaklah setinggi KTA.

Jangan lupa untuk memikirkan bagaimana melunasi hutang dengan cepat dahulu sebelum memikirkan cara untuk mendapatkan dana talangan bagi kebutuhan mendesak KC-ers. Once again, be wise with your money because your money now is your future later. (Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com)

 

 

Comments  

 
+1 # fahmi khaelani 2010-03-24 03:26
aku ingin menyelesaikan semua mslh hutang2ku dengan mengajukan KTA ADA YG BISA BANTU...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+3 # rudi harlian 2010-06-08 12:57
maap bu desy.
kalo menurut ibu KTA itu suku bunga nya terlalu besar.
apa ibu ada solusi untuk saya yg sedang membutuhkan dana??
ada solusi agar saya bs mendapatkan dana?
mohon di bantu.
trimzz
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+3 # rudi harlian 2010-06-08 13:02
Halo Bu Desy.
saya ingin minta saran dari anda.
karna saya sedang kesulitan mencari dana untk wedding sy.
sedangkan ibu blg KTA itu suku bunga nya ckp besar.
adakah solusi untuk saya agar bisa mendapatkan dana dengan suku bunga rendah.
Hp.021-80301277/087882689511
mohon saran nya Bu desy
trimz
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Desy 2010-06-29 00:03
Halo Pak Rudi, saran saya jika keinginan/kebutuhan bapak sudah mendesak dan tidak bisa lagi ditunda, ada alternatif sumber pinjaman lain seperti kantor atau perusahaan tempat bapak bekerja, saudara/orang tua dan pegadaian. Apapun pilihannya, bahkan KTA sekalipun, yang terpenting adalah keputusan meminjam dana dr pihak lain adalah jalan terakhir dalam memenuhi kebutuhan bapak dan yang terakhir tentunya memiliki kemampuan untuk melunasinya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Budhi 2010-07-12 04:04
:P
Betul sekali pendapat ibu. Pertanyaan saya sejalan dengan yang disampaikan pak Rudi. Bagaimana kalau kebetulan SEMUA sumber yang ibu sampaikan menthok, tidak dapat membantu ?

Banyak sekali sebagian orang hanya bisa menyampaikan hal-hal yang ideal, namun pada saat dihadapkan pada pertanyaan seperti yang disampaikan pak Rudi, melimpahkan ke orang/pihak lain...

salam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # maya 2011-02-23 09:29
Ibu saya mohon bantuan bgmn saya bisa mendapatkan pinjaman uang tunai buat menebus sertifikat rumah saya,thx
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # desy 2011-02-23 22:10
Bu Maya, saya tidak tahu awal mula persoalan yg ibu hadapi hingga sampai pada kebutuhan meminjam dana tunai untuk menebus sertifikat rumah dan seberapa mendesak dana tsb dibutuhkan. Namun mnrt saya yg terpenting seberapa mendesaknya ibu membutuhkan dana tunai tsb. Kalau ibu msh punya cukup waktu, ibu bisa dapatkan tdk dgn meminjam, tetapi berusaha mencari penghasilan lebih spt misalnya mencari pekerjaan dgn gaji yg lbh besar atau bekerja lebih keras mencari penghasilan tambahan lalu ditabung hingga cukup. Tetapi jika itu dirasa tdk memungkinkan, maka pinjaman menjadi pilihan solusi berikutnya. Ibu bisa memulai dr fasilitas pinjaman karyawan di kantor tmpt ibu bekerja, kerabat/saudara/teman yg bersedia membantu lewat kesepakatan diawal. Memang mungkin pilihan2 diatas dirasa lebih sulit utk dijalani apalagi jika meminjam lewat KTA pada kenyataannya lebih mudah dan cepat. Harus diingat bahwa jangan sampai meminjam/berhutang itu menjadi jerat yg menjerumuskan ibu kedalam masalah keuangan yg lebih pelik. Mudah2an membantu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Desy 2011-02-23 22:15
Ada yang terpotong, bu Maya.. sekali lagi yang harus diingat bahwa jangan sampai meminjam atau berhutang itu justru membawa ibu terjerumus masuk ke dalam masalah keuangan yang lebih pelik. Semoga membantu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Desy 2011-05-26 06:33
Saran saya, mbak Imey ingatlah selalu untuk memiliki Money habit yang baik. Tidak ada salahnya berhutang, asal sudah dihitung dan bisa dibayar dengan penghasilan anda, sehingga tidak perlu meminjam dari sumber lain. Persentase antara hutang, pengeluaran dan penghasilan haruslah sehat dan seimbang sehingga hutang konsumtif bisa dihindari. Dengan demikian pundi tabungan anda bisa mulai diisi bahkan diperbesar.
Reply | Reply with quote | Quote
 
< Prev   Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713