8 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Mematikan TV di Rumah
Written by Desy Widjaja   
Monday, 08 December 2008

ImageBeberapa waktu lalu saya melepas kangen ke rumah salah satu kerabat yang sudah lama sekali tidak bertemu. Selama hampir setengah hari saya disana, saya mendapati televisi di rumah itu tidak pernah off. Tergelitik oleh rasa ingin tahu saya bertanya mengapa TV dibiarkan tetap menyala, lalu dijawab “Kalo TV engga nyala, rumah rasanya sepi bo...jadi ditonton atau engga, gue tetep nyalain aja, biar rame...Toh anak gue juga suka nonton kartun kok, lebih baik dia nonton daripada keliaran diluar..” (gubraaakkk...such a waste!)

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia mencatat berdasarkan hasil survei, seorang anak usia SD menghabiskan waktu 3-5 jam setiap hari menonton TV atau 20 hingga 35 jam setiap minggu. Mungkin mencapai 7 jam di akhir pekan. Sebuah survey yang dilakukan Nielsen Media Research, mencatat hal yang sama bahwa rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam setiap hari menonton TV.

 

Menurut para ahli, kebanyakan menonton TV lebih banyak memberi pengaruh negatif ketimbang positif bagi hidup keluarga terutama anak-anak. Namun terlepas seberapa jauh baik dan buruknya, yang pasti IT CONSUMES OUR BUDGET! Apalagi kalau ditambah TV berlangganan. Ada 8 alasan mengapa sebaiknya Anda mematikan TV Anda dirumah:

1. Hemat biaya listrik
Biaya listrik terkendali itu pasti dan besar kecilnya biaya yang dapat dihemat tentu bergantung jenis TV dan lama pemakaian. Apalagi kalau Anda memiliki lebih dari satu TV, penghematan akan jelas terasa.

2. Hemat biaya TV berlangganan
Biaya langganan per bulan untuk satu TV Kabel rata-rata Rp. 200,000/bulan. Dan itu berarti Rp. 2,4 juta per tahun. Bayangkan jika biaya itu ditabung dan dialokasikan untuk biaya liburan keluarga. Lebih menarik bukan ?!

3. Mencegah menjadi konsumtif
Tak dipungkiri TV adalah media paling efektif dalam memasarkan suatu produk. Banyak iklan dan program TV yang mendorong kita menciptakan image diri dan penampilan yang sempurna. Padahal itu membutuhkan dana yang tidak sedikit dan belum tentu ada dalam jangkauan kemampuan keuangan kita.

4. Adopsi tindakan negatif oleh anak
Harus diakui bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan anak-anak sering terinspirasi dari tayangan di televisi. Begitu juga celotehan yang kurang sedap didengar dari mulut seorang anak seringkali ditiru dari tayangan televisi.

5. Kebiasaan makan malam yang buruk
Seringkali terjadi makan malam keluarga dibarengi dengan acara nonton TV bersama. Kebiasaan ini membuat saat-saat untuk menikmati dan mensyukuri makanan yang tersedia menjadi hilang. Demi bisa nonton acara favorit TV, keinginan membeli makanan di luar lebih rela dilakukan daripada menyiapkan sendiri di rumah. Hal ini membuat uang yang harus dikeluarkan jadi lebih banyak dari yang seharusnya.

6. Komunikasi Keluarga
Ritual berkomunikasi secara hangat dalam makan malam keluarga menjadi sering terlewatkan. Kebersamaan keluarga di malam hari tergantikan oleh aktivitas menonton TV untuk alasan rileks dan melepas lelah.

7. Obesitas

Saat yang sering membuat orang tidak sadar dan lupa berapa banyak makanan yang masuk ke dalam mulut adalah saat makan sambil menonton. Walaupun aktivitas ini sangat menyenangkan dilakukan, namun dapat membuat seseorang menjadi overeating.

8.
Quality of Life
3-4 jam waktu menonton TV dirumah sebenarnya dapat digantikan dengan melakukan hal-hal yang bersifat konstruktif, produktif bahkan menyelesaikan kegiatan sehari-hari yang tertunda. Mengatur dan menata hidup Anda dan keluarga agar lebih fokus pada tujuan hidup keluarga Anda yang pada akhirnya berujung pada kualitas hidup keluarga yang lebih baik.

So, bagaimana jika kita mencoba satu minggu untuk mematikan TV di rumah? Coba amati apa yang Anda dan keluarga Anda rasakan. Gantikan “kekosongan” waktu dengan 8 kegiatan bermanfaat dibawah ini:

1. Menyiapkan makan keluarga
Lihatlah menu makanan keluarga Anda (terutama para ibu), sudahkah itu menjadi yang terbaik bagi keluarga Anda ? Aturlah kembali menu makan Anda sehingga dapat memberi nutrisi dan gizi yang baik bagi Anda dan keluarga. (secara banyak beneerr makanan yang memakai bahan kimia bukan untuk makanan yang jelas-jelas adalah zat berbahaya bagi tubuh...)

2. Memulai rencana olah raga
Di tengah banyaknya pekerjaan dan tanggung jawab di kantor dan rumah, hal yang sulit saya dan suami dan mungkin Anda lakukan adalah exercise. Dengan mengurangi waktu nonton TV, kami dapat melakukan exercise dengan berjalan kaki di sekitar rumah kami selama ½ jam setiap harinya.

3. Memulai membaca buku yang bermutu
Pepatah bilang “buku adalah jendela dunia”. Salah satu cara untuk membuat keluarga Anda menjadi cerdas adalah dengan menambah pengetahuan lewat buku. Buatlah keluarga Anda akrab dengan buku.

4. Melakukan hobi yang menghasilkan extra income

Banyak usaha yang sukses dan besar justru berangkat dari hobby yang dikerjakan dari rumah.

5. Mengambil kelas atau mempelajari sesuatu yang baru
Bergabung dalam kelas/program untuk memperkuat pengetahuan dan modal Anda bekerja di kantor. Tentu hal itu pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup Anda atau penghasilan Anda, cepat atau lambat.

6. Memperbanyak waktu sosial untuk keluarga dan teman
Lakukan kegiatan bermanfaat secara rutin bersama-sama untuk mempererat hubungan Anda antar keluarga dan teman. Mengunjungi keluarga atau teman yang sedang susah dapat mengajarkan anak Anda meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

7. Meningkatkan spiritual life Anda

Menghilangkan waktu nonton dihari-hari sibuk membuat saya tetap memiliki waktu untuk berdiam diri dan berkomunikasi dengan Yang Maha Esa.

8. Menyelesaikan hal-hal yang tertunda
Betapa sering ketika kita sibuk, ada hal-hal yang selalu tertunda untuk dikerjakan dengan alasan terbesar adalah keterbatasan waktu. Padahal kalau dikerjakan itu hanya butuh waktu beberapa menit. Gantikan waktu nonton Anda dengan membuat daftarnya dan mulai selesaikan PR Anda satu persatu.

Tak dapat dipungkiri bahwa ada banyak juga program TV yang edukatif dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Karenanya jika Anda memilih untuk mengurangi jam tonton TV, selektiflah memilih program TV supaya tidak mengambil mayoritas waktu luang Anda. Dengan mengurangi bahkan mematikan TV Anda bukan saja menghemat uang tetapi dapat membangun kualitas hidup keluarga menjadi lebih bermakna dan produktif. Selamat mencoba! (Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com)

 

 

Comments  

 
+1 # Elis 2009-01-02 18:23
Bener banget tuh Des, anak sekarang agak susah kalo disuruh gerak, maunya main yang statis terus. B)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Guest 2009-01-06 00:24
Ember, Lis..makanya perubahan itu kudu dateng dari ortunya nih..yuks !!! :-)
Reply | Reply with quote | Quote
 
< Prev   Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713