Kartu Kredit: 10 'Dosa' Besar Penggunaannya
Written by Desy Widjaja   
Tuesday, 23 September 2008

ImageMenarik sekali jika melihat perkembangan industri kartu kredit dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pertumbuhan pengguna kartu kredit meningkat tajam hingga mencapai 50% per tahun.

Bukan hanya tingkat pertumbuhannya saja yang berkembang pesat tetapi segmen penggunanya pun meluas. Saat ini pengguna kartu kredit bukan lagi didominasi oleh kalangan menengah atas, seorang staf yang mempunyai gaji Rp1,5 juta per bulan sudah dapat memilikinya.

Namun apakah seseorang yang memilikinya sudah menyadari betul konsekuensi dari penggunaan kartu kredit tersebut dalam kehidupan pribadi/rumah tangganya? Melalui artikel ini, mari kita pastikan bersama hal tersebut. Ada 10 dosa-dosa yang harus Anda sadari mengenai pemakaian “kartu hutang” ini, yaitu:

1. Tidak disiplin.
Ketahuilah bahwa disiplin adalah perilaku yang terpenting dalam menggunakan kartu kredit. Gunakanlah kartu kredit untuk pembelanjaan yang sudah dianggarkan. Hindari jebakan yang menjerat kita ke dalam lubang hutang yang tak berujung.

2. Gagal lunasi penuh seluruh tagihan.
Sadarilah bahwa ketenangan hidup, masa depan keuangan dan masa pensiun Anda dan keluarga menjadi taruhannya. Masa muda yang seharusnya menjadi fase mengisi lumbung untuk hari depan, tergantikan dengan kesia-siaan membuang “padi” yang Anda hasilkan. Karenanya lunasi secepatnya sisa tagihan Anda ! Hindari masuk daftar hitam BI jika terlambat bayar atau macet.

3. Lengah akan biaya-biaya terselubung.
Ketahuilah bahwa ada penerbit kartu kredit yang mengenakan biaya dan bunga atas uang yang Anda setor. Biasanya biaya pembayaran dikenakan sebesar Rp. 5000,-. Sementara bunga dihitung berdasarkan uang yang Anda setor dan biaya pembayaran itu sendiri. Sehingga uang yang Anda setor akan berkurang jumlahnya hingga 3,5%. Jadi berhati-hatilah untuk selalu mengecek klausul dalam perjanjian kartu kredit anda. Kritislah, jangan tunda klaim jika Anda menemukan kejanggalan dalam laporan posisi kartu kredit bulanan Anda.

4. Lebih berani berbelanja dengan kartu kredit dibandingkan tunai.
Hal ini sering terjadi tanpa disadari. Ada anggapan bahwa dengan tidak mengeluarkan uang secara langsung, seakan-akan kita berada di pihak yang diuntungkan. Kartu kredit berfungsi sebagai dana talangan atas biaya belanja kita. Kita merasa tidak harus merogoh dompet kita sekarang juga dan melihat tabungan kita langsung berkurang. Kalaupun sampai tidak terbayar, kita masih bisa membayar di bulan berikutnya. Ketahuilah bahwa pemikiran diatas totally wrong!! Jika Anda menginginkan kondisi keuangan Anda terkendali sesuai budget, rubahlah kebiasaan anda dari sekarang. Gunakan kartu kredit jika pengeluaran itu sudah dianggarkan.

5. Lupa menekan biaya pemakaian kartu kredit.
Salah satu cara ampuh menekan biaya adalah SELALU melunasi penuh tagihan kartu kredit. Dan kedua bebaskan kartu kredit Anda dari iuran tahunan. Caranya gunakan poin belanja yang sudah Anda kumpulkan untuk membayarnya. Hal ini penting dilakukan jika Anda tidak mendapatkan fasilitas bebas iuran tahunan dari penerbit kartu kredit. Namun haruslah selalu ingat prinsip berbelanja berdasarkan NEEDS bukan WANTS.

6. Jatuh dalam godaan belanja.
Ketahuilah bahwa hal itu hanya dapat terjadi jika kita tidak dapat mengendalikan keinginan kita. Sekali lagi, menggesek kartu kredit karena WANTS bukan NEEDS. Apalagi jika bahan pertimbangannya adalah berapa limit kartu kredit yang masih available dan dapat dipakai dan bukan berapa uang yang saya miliki untuk membayarnya.

7. Tutup mata atas “beban bunga berjalan”.
Ketahuilah bahwa bunga yang sebenarnya harus dibayar akan jauh lebih tinggi dari yang Anda kira, jika Anda terus menerus tidak melunasi tagihan seluruhnya. Berdasarkan berita terkini, rate bunga kartu kredit naik menjadi 3,5% per bulan yang ekivalen dengan 42% per tahun. Namun kenyataannya, jika tagihan bulan sebelumnya beserta bunga tidak dibayar penuh, maka bunganya akan “berbunga kembali” dan pada akhirnya secara total jika dihitung bisa mencapai angka diatas 50% bahkan 60% per tahun. Bayangkan betapa tingginya?!! Karenanya kendalikan hutang Anda, alihkan ke kartu kredit berbunga rendah jika terlanjur berhutang di atas kemampuan Anda “menservis” cicilan hutang.

8. Acuh terhadap “perhitungan hari bunga”.
Ketahuilah jika Anda tidak membayar penuh, maka perhitungan bunga kartu kredit dihitung berdasarkan tiga bagian yaitu:

  1. Bunga atas jumlah hari dari tanggal transaksi - tanggal pencatatan/cetak.
  2. Bunga atas jumlah hari dari tanggal pencatatan/cetak - tanggal bayar.
  3. Bunga atas jumlah hari dari tanggal bayar - tanggal pencatatan/cetak bulan berikutnya.

Jadi sekali saja Anda tidak melunasi penuh tagihan di bulan ini, maka fasilitas bebas bunga atas transaksi yang sudah terjadi dan berikutnya hanyalah tinggal kenangan. “Pembiayaan jangka pendek bebas bunga” tidak lagi dapat Anda nikmati. Dan ini juga berlaku juga atas transaksi baru di bulan-bulan mendatang.

9. Jalan pintas lewat Cash Advance.
Ketahuilah bahwa ada dua biaya atas transaksi ini yaitu:

  1. Biaya bunga atas penarikan uang tunai sebesar 4% per bulan.
  2. Biaya penarikan itu sendiri sebesar 4% dari jumlah penarikan yang dilakukan.

Penting disadari bahwa transaksi berbiaya tinggi ini sama sekali tidak memberikan fasilitas bebas bunga. Begitu Anda menarik uang tunai, maka bunga langsung akan dikenakan dari tanggal transaksi sampai dengan tanggal bayar. Dan perhitungan bunganya terdiri dari kedua biaya diatas !!

10. Tak pernah hitung total biaya per kartu kredit.
Ketahuilah bahwa jika saja Anda melunasi penuh seluruh tagihan kartu kredit setiap bulanpun, tetap masih ada biaya yang Anda harus bayar yaitu biaya materai (Rp.6,000,-) dan biaya ATM (Rp. 7,500,-) per bulan yang ditotal Rp. 162,000,-per tahun. Belum ditambah iuran tahunan sebesar kurang lebih Rp.300,000,-. (asumsi jenis kartu gold) Jadi grand total adalah 462,000,- untuk setiap satu kartu kredit yang dimiliki.

Jadi sekali lagi, ingatlah apa yang harus Anda lakukan sebelum dan selama menggunakan kartu kredit seperti yang sudah dibahas dalam artikel tentang Kartu Kredit bagian I minggu lalu. Semoga melalui tulisan ini dapat menyadarkan Anda akan pentingnya konsep uang yang sesungguhnya. Sekarang saatnya membuka babak baru, hiduplah disiplin and get smart with your credit card. (Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com)

 

Comments  

 
0 # yandie 2008-12-04 21:03
makasih sekali atas nasehat2 tentang penggunaan kartu kreditnya mbak dessy... hal ini sangat bermamfaat bagi saya sebelum memutuskan untuk menggunakan kartu kredit.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Desy 2009-01-06 00:36
Hi Yandie, sama-sama...senang rasanya kalo bisa memberi manfaat. Pls be wise with your money, Ok ?!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # daniel 2009-03-31 06:38
Bagaimana korelasi antara penggunaan kartu kredit dengan perilaku pelanggan saat ini? :-?:
Tolong di balas.
Terimaksih.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # tias 2010-05-03 21:12
makasih ya mbak dessy buat infonya, sekarang aku jadi ngerti tentang bunga dan berbunga lagi-nya tagihan kartu kredit.

ijin me-link tulisan ini di blog aku ya mbak

terima kasih
Reply | Reply with quote | Quote
 
< Prev   Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713