Perencanaan Dana Pensiun
Written by Yessy Peranginangin   
Tuesday, 09 September 2008

ImageDalam pidatonya, Barrack Obama mendeklarasikan diri sebagai pemimpin perubahan (change leader). Implikasi dari pernyataan tersebut adalah bahwa perubahan yang dilakukan olehnya sekarang ini akan menentukan masa depan AS.

Hal yang sama berlaku di dalam perencanaan dana pensiun. Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwa kunci sukses dari pemenuhan kebutuhan dana pensiun adalah dengan memulai sedini mungkin dan melakukannya dengan disiplin. Disamping itu, telah disinggung juga sebelumnya kedisiplinan dalam berinvestasi untuk dana pensiun akan berbuah manis karena sistem bunga majemuk yang berlaku di pasar keuangan. Jadi perubahan kecil saat ini akan memberikan manfaat yang luar biasa di masa yang akan datang.

 

Pada kesempatan ini Keluarga Cerdas ingin mengajak kita semua untuk berfikir jauh ke depan, sekitar 20 hingga 30 tahun lagi. Pada saat itu mungkin mayoritas dari kita telah memasuki tahapan kehidupan yang produktifitasnya rendah. Atau, ada beberapa dari kita yang bahkan memasuki usia pensiun. Memang, usia produktif seseorang bisa bervariasi dan di sejumlah lapangan pekerjaan usia pensiun sangat tergantung masing-masing individu. Namun satu hal yang pasti adalah kesejahteraan kita pada masa non-produktif dan masa pensiun akan sangat bergantung pada apa yang kita lakukan sekarang.

Sebenarnya apa sih yang bisa kita lakukan sekarang untuk kesejahteraan di usia senja? Banyak sekali yang bisa dilakukan, bahkan mungkin kita sudah melakukannya secara tidak sadar. Mungkin ini saatnya untuk kembali meneliti rincian slip gaji yang kita terima setiap bulan dan melihat apa saja yang sudah kita siapkan untuk dana pensiun.

Pada prinsipnya undang-undang (UU) yang membahas Dana Pensiun (UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan) sudah mewajibkan employer untuk menjamin hari tua pegawainya. Sesuai dengan UU ini juga, perusahaan wajib memberikan kontribusi Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola oleh Jamsostek.

Program JHT yang dikelola oleh Jamsostek bersifat iuran pasti. Maksud dari istilah ini adalah jumlah kontribusi perusahaan untuk dana pensiun pegawai tetap setiap bulannya. Besar manfaat pensiun yang akan didapat oleh pegawai di masa pensiun akan bergantung dari jumlah kontribusi per bulan dan kinerja pengelolaan investasi dana pensiun dari Jamsostek. Semakin besar kontribusi bulanan perusahaan dan semakin baik kinerja investasi maka kita akan memperoleh dana pensiun yang semakin besar. Namun jangan lupa bahwa hal sebaliknya bisa terjadi.

Dana pensiun bisa kita terima seluruhnya di depan (lump sum) dan bisa juga kita terima bulanan (mirip seperti gaji) untuk suatu jangka waktu tertentu. Mekanisme penerimaan dana pensiun ini bergantung dari detail perjanjian antara tempat kita bekerja dan Jamsostek.

 

Disamping dana pensiun yang wajib yang dikelola oleh Jamsostek, ada beberapa perusahaan yang memberikan kontribusi lebih untuk JHT pegawainya. Hal ini dilakukan dengan mengikutsertakan pegawainya di DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja). Ekstra JHT ini diberikan oleh perusahaan karena kontribusi perusahaan pada DPLK dan DPPK bisa dimasukkan sebagai bagian dari pesangon yang akan diberikan jika pegawai berhenti.

Karena merupakan bagian dari suatu perusahaan yang bertugas mengelola dana pensiun pegawai, jasa DPPK hanya bisa dinikmati oleh pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut. Kontribusi dari DPPK ini pada umumnya bersifat manfaat pasti. Yang dimaksud dengan manfaat pasti adalah jumlah dana pensiun yang akan diterima oleh pegawai sudah dipastikan di depan dan kontribusi perusahaan untuk dana pensiun pegawai dihitung dari manfaat pensiun yang akan diterima. Dalam hal ini DPPK menanggung resiko jika terjadi kesalahan estimasi kontribusi pensiun dan jika kinerja investasi dana pensiun tidak baik. Manfaat pensiun akan diterima oleh pegawai untuk suatu jangka waktu tertentu. Dalam beberapa kasus ada perusahaan yang menanggung pensiun pegawainya sampai pegawainya tersebut wafat.

Berbeda dengan DPPK, DPLK memberikan jasanya untuk semua individu. Untuk KC-ers yang tidak bekerja secara permanen dan tidak mendapatkan benefit pensiun dari employer, DPLK bisa dijadikan alternatif untuk pengelolaan dana pensiun. Sama seperti Jamsostek, kontribusi DPLK bersifat iuran pasti. Hal ini menyebabkan resiko kinerja yang tidak baik harus ditanggung oleh pegawai.

Nah, setelah mengetahui apa itu JHT dan karakteristiknya, rincian slip gaji KC-ers akan semakin bermakna untuk persiapan dana pensiun. Dalam kesempatan selanjutnya KC akan mendiskusikan aspek-aspek praktis yang lebih spesifik tentang dana pensiun. So, stay tuned KC-ers. (Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com)

 

Comments  

 
0 # ron 2009-09-05 01:09
:woohoo: :-) :side: :-x :shock: :sad: :cheer: B) :evil: :dry: :lol: :kiss: :D :Pinch: :s :unsure:
Reply | Reply with quote | Quote
 
Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713