10 Tips Beli Asuransi
Written by KeluargaCerdas.com   
Thursday, 28 August 2008

1. Pilih perusahaan asuransi yang sehat dengan reputasi pelayanan agen dan klaim yang bagus. Ada rasio-rasio kesehatan tertentu untuk perusahaan asuransi yang dapat diakses di masing-masing portalnya atau portal asosiasi asuransi.

2. Cari produk dengan biaya terendah, cari penyedia asuransi yang menawarkan harga produk termurah untuk proteksi yang dibutuhkan. Alternatifnya, cari narasumber (agen) asuransi yang terdidik dan terlatih. Dengan bantuannya, tentukan jumlah proteksi yang dibutuhkan.

3. Jika punya kebutuhan biaya hidup saat anak beranjak dewasa, membayar KPR, membayar biaya kuliah anak, belilah asuransi term life. Jika tidak punya kebutuhan membayar pajak properti, mendukung anak dengan down syndrome sekolah di rumah, melanjutkan dukungan ke lembaga sosial setelah meninggal, menyediakan pendapatan tambahan seumur hidup untuk pasangan yang ditinggalkan, maka belilah asuransi whole life.

4. Jika tidak ada orang yang tergantung pada Anda secara finansial, jangan beli asuransi jiwa. Jangan beli asuransi jiwa jika belum butuh, misalnya saat kita masih berusia sangat muda, karena probabilita kita meninggal lebih kecil.

5. Belilah asuransi jiwa berjangka jika kebutuhannya demikian besar namun anggaran terbatas, misalnya untuk mereka yang memiliki anak kecil. Jika anak bertambah, orang tua yang bekerja perlu membeli polis tambahan. Untuk keluarga muda, belilah produk asuransi jiwa yang menjamin opsi-opsi peremajaan kontrak berdasarkan perkembangan pasar dan konversi menjadi permanen. Bandingkan biaya dan jenis proteksi yang ditawarkan asuransi dari kantor Anda bekerja versus beli asuransi sendiri, karena ada plus minusnya sesuai kondisi masing-masing.

6. Tambahlah proteksi keluarga Anda dengan membeli produk asuransi jiwa secara individual dan tidak dari kantor atau pihak lain (jika ada) karena proteksinya akan berakhir (karena alasan kita pindah kerja yang menyebabkan pembayaran premi terhenti sementara tertanggung masih hidup).

7. Jangan bandingkan nilai tunai dengan proteksi meninggal, karena jika mengharapkan nilai investasi di akhir periode proteksi (kita tidak meninggal) maka seringkali kita kecewa karena membayangkan nilai tunai akan sama dengan premi yang telah disetor. Yang perlu adalah mempersiapkan proteksi kematian yang memberi cukup manfaat pada yang ditinggalkan sehingga tidak menciptakan masalah finansial di kemudian hari.

8. Pertimbangkan mana yang optimal untuk Anda, membeli asuransi properti dan asuransi kredit dari bank penyedia KPR (diversifikasi perusahaan asuransi dan polis asuransi untuk berbagai kebutuhan) atau beli satu polis asuransi yang bisa memproteksi seluruh kebutuhan orang-orang yang kita tinggalkan. Hal ini karena perlu dibandingkan mana yang memberi manfaat optimal dan mana yang penggunaannya paling sesuai dengan kondisi keluarga yang ditinggalkan saat itu jika terjadi risiko kematian.

9. Jika pasangan Anda juga bekerja, Anda harus mengasuransikan potensi pendapatan pasangan Anda. Jika pihak yang meninggal adalah yang lebih besar pendapatannya, maka kalau tidak diasuransikan akan menimbulkan masalah baru.

10. Hitunglah target asuransi Anda, catat dan buat daftar nama asuransi dan alamat, nomor polis, nilai manfaat kematian, ahli waris, nama agen asuransi dan telpon, tanggal efektif polis, serta lokasi polis awal.

 

Anda sayang keluarga dan anak? Bijaksanalah dan siapkan polis asuransi Anda sekarang juga!

Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com

 

 

Comments  

 
0 # jon 2008-12-03 13:08
Terkadang banyak orang bingung juga untuk memutuskan asuransi apa yanag akan diambil. Penjelasan ini sangat membantu bagi siapa saja yang akan memiliki polis.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-1 # Manuel 2008-12-18 19:29
Hai Jon
senang rasanya bisa membantu...harapan kami semoga artikel dan tips kami bisa bermanfaat utk KC-ers
memang betul bagi orang yg sadar perlu proteksi asuransi juga masih suka bingung
yang lebih mengkuatirkan adalah masih banyak yang belum sadar berasuransi Jon
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # booedhe 2010-03-08 20:20
tengkiu infonya :cheer:
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # ahmad jamil 2010-09-04 11:15
Mbak, sya karyawan usia 31, anak 2 @ 4 tahun dan 8 bulan dlm kandungan, asuransi apa yang cocok ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Desy 2010-09-16 05:43
Pak Achmad, prioritas pertama jika belum memiliki asuransi adalah asuransi jiwa/term life. Asuransi ini untuk melindungi keluarga jika terjadi resiko hidup. Lalu yang kedua, bapak bisa memilih asuransi pendidikan bagi kedua buah hati bapak.
Reply | Reply with quote | Quote
 
< Prev   Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713