Ada Apa Dengan NPWP
Written by Desy Widjaja   
Monday, 11 August 2008

Image“Kamu punya penghasilan tapi tidak bayar pajak ?? Apa kata duniaaa…..” Familiar dengan iklan ini? Pemerintah dalam hal ini Ditjen Pajak memang sedang gencar-gencarnya menebar jala untuk menjaring masyarakat menjadi Wajib Pajak (WP). Target sampai bulan Oktober adalah 10 Juta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Apa maksudnya ?

“Pernah denger sih NPWP…tapi sebenarnya itu buat siapa aja ya? Soalnya aku pernah terima formulir NPWP atas nama ibuku yang sudah meninggal dua tahun yang lalu, gimana disuruh bayar pajak?”, ujar seorang teman. Hal serupa juga diutarakan seorang teman yang lain. Dia bilang ayahnya yang sudah tidak bekerja mendapatkan kiriman formulir NPWP dari Kantor Pajak. Jadi siapakah sebenarnya masyarakat yang wajib memiliki NPWP?

 

Ada enam kriteria seperti yang dikutip dari situs resmi Ditjen Pajak, yaitu sebagai berikut:

  1. Pemilik tanah dan bangunan mewah
  2. Pemilik mobil mewah
  3. Pemilik kapal pesiar atau yacht
  4. Pemegang saham, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
  5. Orang asing
  6. Pegawai tetap yang berpenghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dan lain-lain, yang belum ber-NPWP. PTKP untuk saat ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 137/PMK.03/2005 sebesar Rp 13,2 Juta/tahun untuk diri wajib pajak orang pribadi.

Barangkali ada diantara pembaca yang saat ini sudah dikirimi formulir wajib pajak tetapi bingung mau diapakan formulir itu, diisi atau dicuekin saja ? Apa yang sebaiknya dilakukan ? Jika saya memiliki atau tidak memiliki NPWP, apa pengaruhnya? Pertanyaan diatas tentu ada di pikiran orang yang masih awam dengan pajak.

Dan Anda tidak sendirian, buktinya Ditjen Pajak sekarang berusaha keras untuk membuat masyarakat Indonesia mengerti dan sadar akan pajak. Mulai dari memberi kemudahan dalam membuat NPWP sampai dengan insentif menarik yang disediakan pemerintah.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mempermudah pelayanan dan pendaftaran NPWP, ada yang namanya mobil pajak keliling disiapkan Ditjen Pajak, walaupun masih terbatas di Pulau Jawa dan Bali. Tidak hanya itu, membuka booth pojok pajak dalam pameran ataupun mal dilakukan demi mendekatkan diri dengan para calon wajib pajak ini. Hanya dengan menyodorkan fotokopi KTP, Anda bisa langsung mendapatkan kartu NPWP atau cetakan kartu yang baru dalam tempo lima menit !

Apakah itu cukup ? Ternyata usaha diatas dirasa pemerintah masih belum cukup untuk membuat masyarakat menjadi sadar pajak. Baru-baru ini pemerintah mempunyai kabar gembira bagi pemilik NPWP. Menurut sumber Detik.com, masyarakat yang memiliki NPWP akan banyak menerima insentif. Pemberian insentif ini adalah upaya pemerintah untuk memperluas basis masyarakat pembayar pajak. Insentif tersebut berupa pembebasan biaya fiskal ke luar negeri mulai 2009 bagi yang memiliki NPWP dan telah berusia 21 tahun. Menarik bukan ?!

Selain pemberian insentif bebas biaya fiskal, RUU PPh juga memberikan beberapa insentif lain untuk merangsang peningkatan pemilik NPWP. Dari beberapa insentif yang direncanakan, beberapa hal yang banyak dibicarakan antara lain adalah perbedaan tarif pajak. Misalnya untuk PPH pasal 21, Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif pajak 20% lebih tinggi dari tarif pajak seharusnya. Insentif yang sama diberikan untuk tarif PPH pasal 22 dan 23.

Dan juga satu lagi, mulai tanggal 1 Januari 2009 nanti akan keluar aturan baru yaitu berupa Peningkatan jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp 13,2 juta menjadi Rp 15,4 juta. Hal ini sangatlah menguntungkan pegawai yang gajinya terhitung dari gross. Dengan naiknya PTKP, maka jumlah PPh 21 yang harus disetor menjadi lebih kecil dari sebelumnya.

Selain ketiga insentif ini, ada beberapa insentif lain yang masih dibicarakan. Misalnya pemotongan Penghasilan Kena Pajak (PKP) jika kita menyumbangkan penghasilan kita untuk institusi keagamaan. Intinya RUU PPh ini sendiri akan memberikan insentif untuk Wajib Pajak yang taat dan memberikan hukuman bagi yang tidak taat.

Dengan semakin dekatnya proses pengesahan RUU PPh ini, ada baiknya kita mulai mempertimbangkan untuk taat aturan pajak. Akan ada insentif yang bisa dimanfaatkan sehingga semakin lama, jasa tax planning menjadi sangat relevan. Tim Keluarga Cerdas akan membahas tax planning dalam kesempatan lain.

So, tunggu apalagi? Jika kita termasuk usia produktif dan berpenghasilan, bukankah memang seharusnya kewajiban kita membayar pajak demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta? Bukankah membayar pajak merupakan salah satu ibadah juga?
(Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com)

 

Comments  

 
+2 # Koswara 2009-08-22 04:46
So, tunggu apalagi? Jika kita termasuk usia produktif dan berpenghasilan, bukankah memang seharusnya kewajiban kita membayar pajak demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta? Bukankah membayar pajak merupakan salah satu ibadah juga?
(Copyright 2008 KeluargaCerdas.com)

Setuju banget!!!..........tapiiiiii, koq saya yg jadi kuli pabrik ga dapetin apa-apa dr negara. Pulang lembur malem kena shift 3, harus siapin recehan ribuan buat klo da yg palakin di jalan, lom lg klo ujan jalan menuju rumah berlobang ampe jatoh dr motor. kena 20 jahitan di kaki n btulin motor total 5 jt. anak sekolah ktnya gratis bukunya ga abis-abis ganti versi lom foto kopian. Pernah di todong di kereta api ada polisi cuma ngeliatin doang ngga bantuin apa2. n banyak lagi neh dr saya si kuli pabrik....so NPWP apaan tuh????? ga da timbal balik buat saya, lom lg pas di phk skrg pusiiiiing skaliii. pa pemerintah mikirin ke situ.........
Reply | Reply with quote | Quote
 
< Prev

Polls

Jika Anda mendapat uang Rp.100 jt, apa yang Anda lakukan?
 

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713