Pasak Harus Lebih Kecil dari Tiang
Written by Desy Widjaja   
Monday, 19 May 2008

ImageBeberapa hari yang lalu saya membaca salah satu koran di Jakarta, tiba-tiba saya mendapati satu berita yang membuat hati terkejut yaitu pada bulan Juni mendatang pemerintah berencana untuk menaikan harga BBM jenis premium sebesar 30% menjadi Rp.6000/liter. Terbayang langsung di benak saya berapa lagi harga barang-barang akan naik kalau ongkos distribusinya meningkat.

Padahal saat ini semua komponen sembako seperti beras, minyak goreng, telor, terigu dengan perlahan tapi pasti terus beranjak naik.

Belum lagi gas dan listrik yang juga tak mau ketinggalan untuk ikut naik. Lalu bagaimana dengan penghasilan yang di dapat, apakah seketika itu juga ikut-ikutan naik? Bagaimana caranya mengatur pendapatan dengan serentetan pengeluaran yang cenderung naik tanpa harus tekor?

Apakah peribahasa “besar pasak daripada tiang” sudah tidak asing lagi ditelinga kita? Kalau begitu sampai kapan hal ini harus berlangsung? Mampukah kita menabung atau punya uang lebih ditengah kondisi seperti ini? Jawabnya MAMPU, jika kita mulai mendisiplinkan diri mengatur uang lewat yang namanya Budget atau Anggaran.

Nah, dibawah ini adalah sejumlah langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun anggaran yaitu:

1. Buat Daftar Pengeluaran dan Pendapatan
Tahukah Anda membuat daftar pengeluaran lebih lama daripada pendapatan? Anda akan terkejut melihat betapa panjangnya daftar pengeluaran dibanding dengan daftar pendapatan. Daftar pengeluaran bisa berisi 10-20 buah sementara penghasilan hanya 1-2 buah. Hal ini menunjukkan mengeluarkan uang lebih mudah daripada mendapatkan uang. Karenanya mulailah membuat daftar pengeluaran dan pendapatan Anda sekarang !

2. Tentukan Besaran Dana yang Mau Ditabung Didepan
Seringkali tanpa sadar menyisihkan dana untuk ditabung menjadi prioritas terakhir. Yang terjadi adalah keinginan untuk menabung hanya tinggal keinginan, karena tidak adanya lagi dana yang tersedia untuk disisihkan. Karena itu formula yang harusnya diingat adalah begini, PENDAPATAN (BERSIH) – TABUNGAN = PENGELUARAN.

Dengan menggunakan bantuan fasilitas auto debet dari bank tempat dimana Anda menabung dapat membuat Anda lebih disiplin menabung. Setelah “membersihkan” pendapatan dengan membayar zakat/perpuluhan, menabung juga selayaknya menjadi bagian dari hidup Anda. Bukan berapa besarnya, tetapi membangun kebiasan menabung itulah yang terpenting. Nasehat orangtua “bisa karena biasa” itu benar adanya.

3. Atur Daftar Pengeluaran ke dalam Pos Pengeluaran
Masukkan daftar pengeluaran Anda ke dalam pos yang terbagi menjadi 4 kategori besar yaitu:
1. Pos Pengeluaran Rutin, seperti uang belanja bulanan, uang sekolah, dan lain sebagainya.
2. Pos Keperluan Non Rutin, seperti pemeliharaan/perbaikan rumah, servis AC, dan lain-lain.
3. Pos Cicilan Hutang, seperti cicilan rumah, mobil, dan lain sebagainya.
4. Pos Cicilan Investasi/Proteksi, seperti premi, reksadana, barang berharga, dan lain-lain.

4. Lakukan Evaluasi
Lakukan ini secara berkala pada setiap pos terutama pada pos pengeluaran rutin. Buat skala prioritas untuk setiap pengeluaran yang dianggarkan. Dan yang terakhir, selalu cermat dan cerdas dalam membuat pilihan mengenai perlu atau tidak mengeluarkan dana atas setiap kebutuhan Anda.

Jadi jelas, mengatur uang dengan menyusun anggaran dapat mengendalikan pengeluaran bulanan anda. Pilihan ada di tangan anda karena memang pasak harusnya lebih kecil daripada tiang. Jangan tunda lagi !
(Copyright © 2008 KeluargaCerdas.com).

 

Add comment

Security code
Refresh

< Prev   Next >

Help your friend today, tell them about us

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week402
mod_vvisit_counterThis month2270
mod_vvisit_counterAll457713